Skip to main content

Sanggar Kirana Budaya Juara Umum MAMF 2026 di Changwon, Korea Selatan

Sanggar Kirana Budaya Perform di MAMF 2026, Changwon, korea selatan membawakan tari betawi lenggok si dare karya Dewi Sunarwiti Handayani dan Deanajma Aqilla Khansaqirana dari Sanggar Kirana Budaya. -IST.-
Sanggar Kirana Budaya asal Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali mengharumkan nama Indonesia setelah sukses mempertahankan gelar juara umum pada ajang Migrants Arirang Multicultural Festival (MAMF) 2026 di Changwon, Korea Selatan. Kemenangan ini menandai sejarah baru dengan capaian back-to-back di festival budaya internasional tersebut.

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh anak-anak bangsa di kancah internasional. Sanggar Kirana Budaya, kelompok seni asal Kemayoran, Jakarta Pusat sukses mempertahankan gelar juara umum dalam ajang Migrants Arirang Multicultural Festival (MAMF) 2026 yang berlangsung di Changwon, Provinsi Gyeongnam, Korea Selatan.

Keikutsertaan ini merupakan kali kedua bagi sanggar tersebut, sekaligus menandai kemenangan beruntun (back-to-back) kontingen Indonesia dalam festival budaya lintas negara terbesar di Korea Selatan tersebut.

Pencapaian ini bukan sekadar raihan piala, melainkan bukti nyata bahwa dedikasi melestarikan akar budaya lokal mampu membuahkan apresiasi setinggi-tingginya di tingkat global.

Penilaian juara di ambil dari beberapa variabel seperti kebudayaan yang diwakilkan oleh sanggar kirana budaya; pameran UMKM binaan beberapa BUMN/BUMD; parade budaya yang diikuti seluruh delegasi ditambah peserta dari diaspora Indonesia di Korea Selatan. 

Keberangkatan Sanggar Kirana Budaya ke Migrant Arirang Multicultural Festival (MAMF) 2026 terlaksana berkat kerjasama dengan Yayasan Arthara.

Menjaga Akar Tradisi dari Jantung Kemayoran

wee

Didirikan dan dipimpin oleh Dewi Sunarwiti Handayani, Sanggar Kirana Budaya berfokus memagari serta melestarikan seni budaya Nusantara.

Berbasis di kawasan historis Kemayoran, Jakarta Pusat, sanggar ini membina kurang lebih 60 siswa aktif yang diajarkan nilai-nilai kecintaan terhadap tradisi lokal.

Meskipun fondasi pembelajaran dan kurikulum utamanya berakar kuat pada seni tari budaya Betawi, Sanggar Kirana Budaya secara konsisten mengenalkan ragam tarian daerah lain dari berbagai pelosok tanah air.

Pendekatan ini membentuk para murid tidak hanya mahir menarikan keagungan tradisi Betawi, tetapi juga tangguh membawakan kekayaan ekspresi budaya Indonesia lainnya.

Tradisi 21 Tahun Perayaan Keberagaman Global

MAMF merupakan ajang tahunan paling bergengsi di Korea Selatan yang telah menginjak usia 21 tahun dan menjadi ruang diplomasi budaya tempat berbagai kontingen internasional saling memperkenalkan warisan tradisi mereka.

Di tengah persaingan ketat antarnegara, Sanggar Kirana Budaya tampil mencuri perhatian juri serta ribuan penonton dengan koreografi presisi, busana otentik, dan penjiwaan luar biasa para penari muda asal Kemayoran ini.

Harmoni Tiga Tari Nusantara yang Memukau Dunia

Pada gelaran tahun ini, Sanggar Kirana Budaya menampilkan tiga tarian unggulan yang memadukan estetika gerak dari Kalimantan, Bali, hingga Betawi, yaitu Tari Burung Tingang, Tari Kreasi Janger Bali, dan Tari Lenggok Si Dare.

Kemenangan ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya diplomasi kebudayaan. Seni menjadi media komunikasi universal yang efektif untuk menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah masyarakat global.

Pencapaian ini juga diharapkan dapat memantik semangat generasi muda Indonesia untuk terus bangga melestarikan warisan tradisi Nusantara dan membawa nama Indonesia ke pentas dunia. (*/RI/01)

 

Berita Terkait

Berbagi